CORAT-CORET RET
ya , first word nya must be like that.
Kali ini akan membahas tentang "TRADISI CORET MENCORET"
Pertengahan april ini adalah waktunya para mereka yang menggunakan seragam putih-abuabu berakhir,tak semuanya sih namun masa rutin untuk pergi ke sekolah dan menuntut ilmu telah berakhir.
Sudah tamat kan?
Not officially ,but ya gitu sebagian besar mereka menganggap it's done.
Ya,memang sih kita harus berfikir positif akan berbagai hal apalagi yang telah kita lakukan.
Dan mungkin sebagian besar mereka telah yakin usaha dan jeri payah mereka selama di masa itu mampu membayar dan membuat mereka menjadi alumni alias lulus.
Ingat, masih menunggu hasil...hasil nyata.
Okay next,
Yang mau di bahasa adalah "TRADISI CORET MENCORET"
pantaskah dikatakan demikian?
I don't know why i choose this words "tradisi" for this case. mungkin ,karena telah terjadi tahun demi tahun dan tak ada aturan lisan/tulisan yang mengharuskan para putih-abuabu untuk merelasasikan malah sebaliknya.
Coret-mencoret yang dilakukan para kaum putih-abuabu telah menjadi tradisi bagi zaman atau angkatan mereka,bagaimana tidak? aksi atau kegiatan coret-mencoret ini telah terencanakan sebelum mereka selesai melakukan ujian nasional atau bahkan sebelum mereka resmi menjadi penghuni terakhir putih-abuabu alias masih tahun kedua ( i ever read some peoples caption on socmed)
Like
"Abis ujian un nanti kita konvoi kemana?"
"Duh tahun depan udah coret-coret aja"
Lucu ya,
Kegiatan yang ga berfaedah itu telah terencana mateng jauh sebelumnya, dimana-mana planning akan membantu kematengan untuk mencapai target.
Namun ini ke balik planning mateng namun yang di planningkan tidak membuat kematengan ataupun faedah dalam diri mereka.
Sebelum melanjutkan bacaannya ,
Penulis minta maaf sebelumnya jikalau beberapa pihak atau aktor/aktris tulisan ini tersinggung hehehehe
Dari awal bisa dikatakan
"Saya tidak melakukannya"
"Namun aku sempat,memikir kan untuk melakukannya"
Bukan sok pinter menasehati atau etc, tapi ini lebih ke gimana sih memandang suatu hal memang bermanfaat buat ur selves or malah kita sendiri yang memaksa itu menjadi manfaat karena godaan kiri kanan depan belakang menghadang.
Dulu pertanyaan yang muncul adalah
"Kenapa tradisi Coret mencoret itu selalu ada?"
Dan karena penasaran itu, aku berfikir aku pasti bakal ngalamin juga dan of course disitu aku akan mendapat jawabannya.
Ternyata setelah merenungkan eseh merenungkan wkwkw dan take my self alone gitu membuat pikiran ini menjalar jalar seperti akar (mankin ngaco) namun , i got the answer for all my question.
Dan apalagi ini saya sudah setahun berlalu dari masa puith-abuabu.
So let me tell you, yang maybe for next generation lebih bisa mikir panjang deh hehehxx (kan sok nasehatin)
Pikir dulu ,
Berfaedah atau Tidak?
tidak.
Mengapa tidak berfaedah?
Ya semua orang juga tau kenapa tradisi coret-mencoret itu tak ada faedahnya,
On point yang ngelakuin coret mencoret cret itupun tau nya,cuman 'ya gitu'.
'Ya gitu' gimana?
Takut dibilang ga gaul atau ga kekinian
hellow Mellow say no to galaww ( hahaha lirik smash nih ) nanti bisa di download kok wkwkwkwk
emang yang bilang itu bayarin spp lo?
Kan enggak.
Dan
Pertanyaan seperti
"kenapa sih mesti coret-coret?"
Dan rata-rata mereka menjawab, ya supaya seru-seruan cuman sekali seumur hiduplo apalagi ini terakhir pakai seragam.
pendapat saya,
Seru-seruan? Banyak cara seru-seruan yang lebih berfaedah dan ga nyia-nyiakan masa berakhirnya putih-abuabumu diks
Sekali seumur hidup? duh, karena sekali seumur hidup kamu mau punya perjalanan hidup ngelanggar apa yang dilarang sekolah atau peraturan dan masuk liputan media yang akan buat para pembaca Miris dengan zaman dan pelaku zaman?hixhix
Apalagi miris nya tahun ke tahun ,coret mencoret disertai konvoi ini makin tak karuan dari mulai balapan dan efeknya membuat lalu lintas menjadi terhambat
Duh , banyakan ngerugiin nya.
Ngerugiin diri sendiri dan orang lain, yang mungkin saja saat situasi itu sangat mengharapkan kondisi lalu lintas yang kondusif.
hm,
Mereka juga dikenal akan meramaikan coret-mencoret di suatu titik ditengah kota waduhhhhhhhhh
Dan jikalau kamu orang medan kamu tau deh dimana titik yang saya maksud
Next,
Alasan mereka selanjutnya
"mau la sesekali liat anak hits medan yang sering di lihat di social media,beneran keren atau ga beneran cantik atau ga,beneran ganteng apa ga"
(Karena seperti se Kota ini ketahui sekolah a b c d e f g h bisa saling bertemu di momen ini)
Astaga naga naga naga, semakin tak karuan tujuan-tujuan mereka kan? hampir semua kehidupan manusia sekarang kemakan hasutan social media.
Terus kalau bentuk asli dia sama seperti di socmed mau kamu apakan?
Kalau tidak sesuai mau kamu apakan juga?
Wkwkwkwkwk
"Ya gapapa kak,ga di apa-apakan"
Astaga,keren ya karena penasaran kamu rela mengorbankan dan menghilangkan kerasionalan berfikir mu .
Duh duh duh lagi
Akhir-akhir ini melihat postingan hasil momen coret-mencoret itu di social media,membuat ku lebih terkejut dan Iba
Bagaimana tidak?
Pakaian sekolah yang biasa dikenakan sanggup mereka ukir alias potong dengan sembarangnya Karena masih ada pertinggalan atribut putih-abuabu makanya masih mengenal itu anak sekolahan kalau tidak bisa kita Katakan itu baju jalan-jalan,renang atau bahkan pakaian yoga (Karena saking kecil nya) entah baju Sd nya dipakainya atau kegemukan atau mirisnya sengaja dibuat nge pas pas pas wkwkwk udah kayak mau bayar uang tol Aja.
(Oke krik)
Kesannya saya menulis ini kayak paling berfaedah Saja hidupnya,
Tidak kok.
Cuman saya lebih realistis saja
Karena dulu mikirnya,baju sekolah yang orang Tua saya beli Dengan uang yang pastinya saya tau tidak jatuh dari langit Dan nyarinya Susah tuh
Mending sebisa mungkin dihargai dong apa pun alasannya mau kamu last year atau apalah.
Terus , real nya kan memang dilarang berbagai pihak
larangan kan ga dibuat sembarangan pasti didiskusikan dulu baik buruknya.
Dan ternyata banyak ga berfaedahnya.
kan ga etis sih anak putih-abuabu kejaran sama polisi perkara konvoi dan pelanggaran tata tertib lalu lintas.
dan berujung tilang,siapa coba yang dirugiin?
Kamu juga dan orang Tua kamu yang bakalan dinasehatin sama polisinya karena ngizinin kamu naik kendaraannya.
Sedih ga tuh?
Kalau mau seru-seruan abis un atau melepas penat setelahnya kalian bisa ke tempat bakti sosial, kerumah kawan atau kesuatu tempat diluar cerita tadi.
Dan untuk baju
Mending bajunya di kumpulin masukin kardus terus kirim deh ke saudara-saudara yang kurang mampu,
Semoga mereka lebih semangat belajar dan mengejar mimpi.
Ingat,
SMA memang masa terakhir perjalanan kita sekolah dan berseragam bersama,
Saya tau itu
Indah juga,
Namun masa itu akan digantikan oleh kisah baru, kisah perjalanan masing-masing dari proses perwujudan dan pengejaran akan mimpi kita.
Mungkin tak seindah SMA,Namun masa penggantinya sudah bisa dikatakan cukup untuk menjadi cerita di masa depan.
Sekali lagi saya bukan penasihat atau bahkan ahli,
Semoga Bermanfaat dan lebih realistis☺
Godbless

Komentar
Posting Komentar